Senin, 23 April 2012

Mengenal Hans Christian Andersen - Bapak Dongeng Dunia


Gambar: Bapak Dongeng Dunia (Wikipedia)Gambar: Bapak Dongeng Dunia (Wikipedia)
April adalah bulan dongeng anak. Sebab, setiap 2 April diperingati sebagai Hari Dongeng Anak International.


Tanggal itu dipilih karena pada hari itu lahirlah seorang lelaki yang kemudian menjadi "Bapak Dongeng Dunia", yaitu Hans Christian Andersen, yang lahir pada 2 April 1805 di Odense, Denmark. Beberapa dongeng Andersen yang terkenal antara lain, “Gadis Korek Api”"Kisah Putri Duyung”“Itik Buruk Rupa”, dan masih banyak lagi lainnya. Ada ratusan dongeng yang ditulisnya dan diterbitkan serta diterjemahkan ke lebih dari 150 bahasa di dunia.
Pria yang dikenal dengan H.C. Andersen itu adalah putra dari pembuat sepatu bernama Hans Andersen. Ibunya bernama Anne Marie Andersdatter. Ia adalah anak semata wayang dari pasangan itu. Andersen telah mencintai kesusasteraan sejak kecil. Hal itu berkat ayahnya yang selalu menceritakan dongeng-dongeng“Seribu Satu Malam” dan fabel-fabel yang ditulis oleh Jean de la Fontaine. Sayangnya, ayah Andersen meninggal dunia ketika Andersen baru berusia 11 tahun.

Setelah kematian ayahnya, Andersen semakin jarang pergi ke sekolah. Ia lebih senang menghabiskan waktunya untuk menghafalkan dongeng. Tak jarang ia menceritakan dongeng sambil menirukan tarian balet sebagai bentuk improvisasinya. Ibunya yang tidak senang dengan kelakuan putranya itu membawanya ke pabrik rokok dan jahit untuk bekerja.Kematian ayahnya membuat Andersen harus menjadi mandiri. Sebab, mereka bukanlah berasal dari kalangan berada. Keluarga Andersen tinggal di sebuah rumah kecil, berbagi dengan tiga keluarga lainnya. Mereka tinggal dalam satu kamar di rumah yang padat itu.
Meskipun demikian, kecintaan terhadap teater, buku, dan dongeng-dongeng tak pernah hilang dari diri H.C. Andersen kecil. Pada tahun 1819, ia pergi ke Kopenhagen dan bermimpi untuk bisa menjadi seorang penyair sekaligus pemain teater. Perjuangannya di Kopenhagen tidaklah mudah. Selama tiga tahun pertama, ia harus hidup dalam kemiskinan. Hingga akhirnya ia bertemu seseorang yang mau membiayai dirinya. Dia adalah Jonas Collin, Direktur Royal Danish Theater, yang melihat bakat besar dalam diri H.C. Andersen. Collin mampu membujuk King Frederik VI untuk turut membiayai pendidikan Andersen.
Langkah Andersen untuk mencapai cita-citanya semakin dekat. Tapi, ternyata Andersen harus mengalami masa-masa sulit di sekolahnya. Ia menghadapi perlakuan kejam dari teman-temannya. Hingga Collin mengusahakan untuk mendatangkan guru privat bagi Andersen. Upaya Collin berjalan mulus dan lancar. Hingga pada tahun 1828, Andersen berhasil masuk ke perguruan tinggi ternama Denmark, University of Kopenhagen. Tahun berikutnya, Andersen mulai menerbitkan karyanya dalam bentuk cerpen dan puisi.
Nama H.C. Andersen mulai terdongkrak setelah ia menerbitkan novel pertamanya yang berjudul, “The Improvisatore”. Di tahun yang sama, ia juga menerbitkan buku berisi kisah-kisah dongengnya yang terkenal itu. Ada beberapa dongeng yang merupakan versi baru dongeng-dongeng masa kecil yang dulu pernah ia dengar, sementara yang lainnya adalah dongeng yang ia tulis sendiri. Tidak semua dongeng yang ditulis oleh H.C. Andersen memiliki akhir bahagia. Masa lalunya yang penuh kerja keras mungkin menjadi salah satu latar belakang dongeng-dongeng yang ditulisnya.
H.C. Andersen tak pernah menikah sepanjang hidupnya. Ia meninggal dunia pada tahun 1880. Namun, dongeng-dongeng yang ditulisnya tetap hidup di hati semua orang di dunia dan kerap diceritakan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Karyanya yang tetap abadi membuat dirinya disebut sebagai “Bapak Dongeng Dunia”. Hidupnya telah ia dedikasikan untuk anak-anak di dunia.
Lalu, apakah anak Anda sudah pernah diceritakan dongeng karya H.C. Andersen? [Tika/Mizan.com/dari berbagai sumber]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar